Dari Sampah Plastik ke Catwalk Madrasah, Siswa MA Ma’arif NU Cilongok Kampanyekan Lingkungan Lewat Busana
Cilongok — Kantong plastik dan kemasan makanan bekas yang kerap berakhir sebagai sampah, Selasa (16/12/2025), tampil berbeda di MA Ma’arif NU Cilongok. Melalui peragaan busana berbahan daur ulang, siswa-siswi madrasah tersebut menyampaikan pesan kepedulian lingkungan dengan cara kreatif dan edukatif.
Kegiatan yang digelar di lapangan takraw madrasah itu menampilkan sepuluh busana hasil karya siswa keterampilan tata busana. Busana-busana tersebut diperagakan oleh siswa kelas X, XI, dan XII, yang melangkah percaya diri layaknya model profesional, memamerkan rancangan dari tas plastik, kantong bekas makanan, serta limbah anorganik lainnya.
Guru Keterampilan Tata Busana MA Ma’arif NU Cilongok, Ulva Qonita, S.Tr, menjelaskan bahwa peragaan busana ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan.
“Masalah sampah sangat dekat dengan kehidupan siswa. Melalui kegiatan ini, mereka kami ajak tidak hanya memahami dampaknya, tetapi juga terlibat langsung mencari solusi melalui karya,” ujarnya.
Pendekatan edukasi lingkungan melalui seni dan keterampilan dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran siswa. Dengan mengolah limbah menjadi busana, siswa belajar memilah sampah, mengurangi limbah, serta melihat potensi nilai guna dari bahan yang selama ini dianggap tidak bermanfaat.
Pembina OSIM, Fifi Kartika Dewi, S.Pd, menambahkan bahwa keterlibatan siswa secara langsung membuat pesan lingkungan lebih membekas.
“Ketika siswa terlibat dari proses hingga tampil di depan publik, kesadaran lingkungan tumbuh bersama rasa bangga terhadap karyanya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Muhammad Adib, S.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan upaya madrasah membangun budaya peduli lingkungan.
“Kami mendorong siswa untuk peduli lingkungan melalui kegiatan nyata dan kontekstual. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi bagian dari pendidikan karakter,” tuturnya.
Melalui peragaan busana daur ulang ini, MA Ma’arif NU Cilongok menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan secara kreatif dan melibatkan siswa secara aktif, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama.
Masbani05
Komentar
Posting Komentar